Character Building Kewarganegaraan
Project Kegiatan Luar Kelas
CBDC –
TFI
Character
Building Kewarganegaraan
Mengajarkan dan
Membuat Karya Seni Wayang Dari Bahan Daur Ulang Kepada Anak-Anak Di Desa Pete
Tigaraksa
Diusulkan oleh:
Nama
|
Jabatan
|
|
2101637812
|
Fernando
|
KETUA
|
2101673875
|
Mohamad
Zulfi Alviansyah
|
ANGGOTA
|
2101632194
|
Tua
Junaedi Fernandes
|
ANGGOTA
|
2101650291
|
Alvin
Cahyadi
|
ANGGOTA
|
2101686234
|
Fandy Shobryanto
|
ANGGOTA
|
2101649415
|
Jeremy
Hugo
|
ANGGOTA
|
2101653734
|
Jason
Theopilus Soegiharto
|
ANGGOTA
|
Kelas / Kelompok
|
LA07 /3
|
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
JAKARTA
2018
Daftar Isi
Halaman Sampul............................................................................................ i
Halaman Pengesahan..................................................................................... ii
Daftar Isi........................................................................................................
iii
Bab 1. Pendahuluan....................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang.................................................................................. 1
1.2. Permasalahan.................................................................................... 2
1.3. Tujuan............................................................................................... 2
1.4. Manfaat............................................................................................. 2
Bab 2. Konsep............................................................................................... 4
Bab 3. Rencana Kegiatan.............................................................................. 6
.... 3.1.
Kegiatan............................................................................................. 6
.... 3.2
Anggaran Biaya................................................................................... 7
Bab 4. Pelaksanaan Kegiatan........................................................................ 8
.... 4.1 Macam-macam Kegiatan................................................................... 8
.... 4.2
Peserta.................................................................................................
8
.... 4.3
Peralatan yang Dibutuhkan................................................................. 8
.... 4.4
Pelaksanaan Kegiatan......................................................................... 8
Bab 5. Penutup.............................................................................................. 10
.... 5.1
Kesimpulan.......................................................................................... 10
.... 5.2
Saran.................................................................................................... 10
5.3 Refleksi Diri............................................................................................. 10
Lampiran........................................................................................................ 11
Referensi........................................................................................................ 18
Bab I
Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Seni wayang merupakan sebuah kesenian asli
yang berasal dari Indonesia dengan beragam nilai
luhur yang terdapat di dalamnya dan merupakan warisan berharga dari nenek
moyang terdahulu. Seni wayang tentunya tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia
dari sabang sampai merauke, bahkan seni wayang sudah terkenal sebagai salah
satu identitas bangsa Indonesia yang bersifat unik di kalangan dunia. Namun sayangnya,
peminat seni wayang mengalami penurunan dari tahun ke tahun dan frekuensinya
pun merosot secara signifikan
1.2. Rumusan Permasalahan
Pada zaman ini ditengah perkembangan zaman teknologi yang semakin
maju, wayang golek sebagai kesenian khas Indonesia mulai terancam punah.
Kurangnya pagelaran wayang golek dan minimnya peminat merupakan masalah utama
terlupakannya wayang golek dari masyarakat kita. Bahkan banyak generasi muda
kita yang kurang menghargai kebudayaan wayang golek,Generasi muda cenderung
lebih percaya diri dengan mengakui budaya asing daripada budaya sendiri.
Para generasi muda lebih menyukai menonton
konser daripada menonton pertunjukkan wayang dan budaya Indonesia lainnya. Hal
ini merupakan sebuah hal yang kecil, namun jika dibiarkan
terus menerus dapat menjadi sebuah hal serius yang dapat mengganggu pembangunan
negara Indonesia. Bagaimana Indonesia bisa berkembang menjadi lebih baik jika
masyarakatnya saja tidak mengetahui jati diri dan identitasnya sebagai warga
Indonesia. Karena itu, hal ini harus segera mendapatkan solusi yang tepat agar
Indonesia dapat terus berkembang dan maju menjadi negara yang lebih baik tanpa
mengalami kemerosotan yang berarti;
1.3 Tujuan
Oleh
karena itu, kami pun mencoba untuk mengangkat kesadaran
para remaja-remaja khususnya .Melalui sebuah karya seni dengan
membuat wayang di dalam pembuatan ini kami tidak hanya mengajarkan bagaiman
membuat wayang ,tapi kami juga mengajarkan bagaimana mengelola
bahan-bahan yang tidak terpakai seperti kardus sehingga memiliki sebuah karya
seni dan harga jual yang kami harapkan anak-anak tidak hanya belajar membuat
seni wayang tapi mengelola sebuah bahan yang tidak terpakai menjadi berguna
kembali dan diharapkan oleh kami anak-anak dapat memiliki perasaan cinta akan
seni wayang di negeri ini .
Kami
mencoba mengangkat rasa cinta tanah air kembali dan juga meningkatkan kesadaran tentang cinta budaya.
sehingga pada akhirnya mereka pun sadar bahwa wayang adalah identitas negeri ini juga
sebuah warisan dari para leluhur. Juga patut untuk kita jaga agar
budaya yang kita miliki tidak hilang.
1.4 Manfaat
Manfaat untuk
umum :
1.
Dengan adanya laporan akhir project ini nanti, kita bisa
membagikan hasilnya ke blog dan youtube sebagai bentuk hasil karya seni wayang
untuk masyarakat umum agar meningkatkan kesadaran akan berbudaya dan bangga
terhadap kelestariaan wayang.
Manfaat untuk
Anggota dan Binus :
1.
Untuk angota sendiri, kita mendapatkan pengetahuan, pelajaran
dan ilmu praktek langsung tentang pembuatan wayang juga mengelola bahan tidak
terpakai sehingga kembali mempunya nilai guna dan mengajar seorang anak-anak.
2.
Untuk Binus sendiri menurut kelompok kami yaitu, Bangga
mempunyai mahasiswa yang dapat mencintai budaya dan kesenian terhadap karya
seni wayang yang sedang terancam menurun peminatnya”.
Bab II
Konsep Pembelajaran
Indonesia
adalah bangsa yang besar dan memiliki banyak hal yang tidak dimiliki oleh
negara lain, baik dalam hal flora & fauna, agama, dan budayanya. Sayangnya
banyak orang Indonesia yang kurang mengetahui dan mengenal apa saja budaya yang
berada di Indonesia, mungkin jika orang tersebut tahu,ia hanya menjawab batik,
padahal masih banyak budaya Indonesia yang mungkin disukai oleh warga asing
tetapi tidak mengetahuinya dalam hal ini adalah wayang.
Wayang
adalah sebuah tradisi dari turun temurun yang harus dipertahankan dan
dilestarikan selamanya dengan cara pertunjukan wayang dan pertunjukan wayang
dijadikan sebagai alat dakwah yg memiliki ajaran hidup manusia. Dengan
pertunjukan wayang-pun kita dapat mengerti dan memahami sejarah pada kerajaan-kerajaan
yang berada di Indonesia. Dalam pertunjukan wayang memiliki beberapa jenis
perwayangan seperti perwayangan dari sunda,jawa dan perwayangan bali
Kegiatan ini kami lakukan demi terwujudnya
kepedulian terhadap budaya bangsa sendiri dan melestarikan budaya lokal.
Menurut berbagai sumber berita yang kami baca bahwa peminat wayang pada
generasi muda kurang di minati ini merupakan suatu masalah serius bagi
Indonesia karna itu dengan rasa kepeduliaan kami terhadap bangsa ini . Kami
mencoba ikut serta mengatasi masalah ini melalui sebuah karya seni yang
bertujuan mendongkrak kembali rasa dan meningkatkan kembali peminat wayang
terhadap anak-anak.
Tujuan
kami membuat project ini agar para generasi muda lebih mencintai wayang dan
wayang dapat kembali jaya seperti eranya dulu. Dengan adanya kegiatan ini, Kami
harap para generasi muda dapat
tersadarkan akan banyaknya budaya yang bahkan beberapa telah diakui dunia.
Dengan kegiatan ini, kami harap kami
dapat turut serta mewujudkan masyarakat yang cinta budaya sendiri.
Dengan begitu pertunjukan wayang dapat lebih
berkembang lebih maju lagi,tidak hanya dengan pertunjukan wayang orang,golek
ataupun kulit bahkan bisa lewat media lain. Selain itu kita memberikan wawasan
kepada anak-anak agar anak-anak dapat mengerti tentang perwayangan dan
sejarah-sejarahnya. Selain memberikan wawasan kami juga memberikan praktik
kepada anak-anak tentang perwayangan agar anak-anak dapat mengerti jalanya dan
proses perwayangan tersebut
Bab III
Rencana Kegiatan
3.1. Kegiatan
No
|
Hari/Tanggal
|
Jam/Durasi
|
Kegiatan
|
Tempat
|
1
|
Senin, 26 Maret
2018
|
10.00 WIB- 12.00
WIB (120 Menit)
|
Survey Lokasi
|
Desa Pete,
Tigaraksa.
|
2
|
Juma’t, 30 Maret
2018
|
09.00 WIB – 11.00 WIB (120 Menit)
|
Memberi Wawasan
Tentang Wayang & Prakarya Wayang Ke-1
|
Desa Pete,
Tigaraksa.
|
3
|
Juma’t, 30 Maret
2018
|
01.00 WIB – 03.00
WIB (120 Menit)
|
Memberi Wawasan
Tentang Wayang & Prakarya Wayang Ke-1
|
Desa Pete,
Tigaraksa.
|
4
|
Kamis, 12 April
2018
|
09.00 WIB – 11.00 WIB (120 Menit)
|
Memberi Wawasan
Tentang Wayang & Prakarya Wayang Ke-2
|
Desa Pete,
Tigaraksa.
|
5
|
Kamis, 12 April
2018
|
01.00 WIB – 03.00
WIB (120 Menit)
|
Memperkenalkan
Sejarah wayang dan Menonton Pertunjukan Wayang
|
Desa Pete,
Tigaraksa..
|
3.2. Anggaran Biaya
No
|
Deskripsi
|
Biaya
|
1
|
Bahan Penunjang
|
Rp 200.000,00
|
2
|
Bahan Habis
Pakai
|
Rp 100.000,00
|
3
|
Transportasi
|
Rp 200.000,00
|
4
|
DLL
|
Rp 50.000,00
|
Total
|
Rp 550.000,00
|
|
Bab IV
Pelaksanaan Kegiatan
4.1. Macam-macam
Kegiatan
1.
Membuat Wayang
2.
Wawasan Wayang
3.
Memperkenalkan Pertunjukan
Wayang
4.2. Peserta
Peserta yang terlibat adalah
dari semua anggota yang berasal dari kelompok kami dan Anak-anak dari Desa Pete
Tigaraksa.
4.3. Peralatan yang
Dibutuhkan
1.
Kardus
2.
Gunting
3.
Nylon cable ties
4.
Kertas Pola
4.4. Pelaksanaan
Kegiatan
Adapun waktu dan pelaksanaan
kegiatan sosial adalah sebagai berikut:
Pertemuan 1Tanggal :26 Maret 2018
Waktu : 10.00 WIB- 12.00
Kegiatan : Pada pertemuan pertama kami melakukan survei untuk kegiatan sosial kami yaitu Memperkenalkan Identitas dan kesenian Indonesia. Kami akhirnya memutuskan untuk melakukannya di Desa Pete Tigaraksa. Setelah kami memutuskan tempat kami melakukan perizinan untuk melakukan pengajaran. Kami bertemu dengan ketua Rt Desa Pete dan mendapat izin untuk melakukan kegiatan pengajaran membuat wayang .
Pertemuan 2
Tanggal :30 Maret 2018
Waktu :09.00-11.00
Kegiatan : Setelah izin kami dapatkan, kami mulai melakukan kegiatan
mengajar pembuatan wayang kepada anak-anak di desa pete ,untuk tempat mengajar
ketua rt di desa pete mengizinkan kami untuk mengajar di teras rumah bapak rt.
Setelah itu kami menjelaskan dulu kepada anak-anak cara-cara pembuatanya dan
memperkenalkan sedikit tentang wayang .
Pertemuan 3Tanggal :30 Maret 2018
Waktu :01.00-03.00
Kegiatan : Kami mulai melakukan proses pembuatan wayang memotong kardus dan membuat pola waktu membuat ini terbilang cukup lama karena proses pembuatanya yang Panjang dan memakan waktu serta kami harus mendampingi dan mengawasi setiap anak-anak .
Pertemuan 4
Tanggal :01 April 2018
Waktu :09.00-11.00
Kegiatan : kami masih harus melanjutkan kembali karena masih ada beberapa karya wayang yang masih belum jadi di tambah lagi kami sangat senang sekali anak-anak di desa pete sangat antusias mereka mengajak teman-temanya maka itu menambah pekerjaan kami untuk mengajarkan lagi.
Pertemuan 5
Tanggal :01 April 2018
Waktu :13.00-15.00
Kegiatan : Kami pun memberikan edukasi tentang sejarah wayang dan menonton pertunjukan wayang karena anak-anak di desa pete memang masih minim tentang pengetahuan wayang .
Bab V
Penutup
5.1. Kesimpulan
Kesimpulan dari hasil kegiatan
membuat wayang dari bahan daur ulang ini adalah dapat diketahui bahwa kesenian
wayang bukanlah sekedar kesenian biasa , wayang memiliki banyak arti dan sifat-sifat
yang mewakili seluruh orang-orang Indonesia. Menurut kami kegiatan ini sangat
seru saya bisa mengajarkan kesenian wayang kepada anak-anak , juga melakukan
edukasi tentang wayang.,
Kami berharap wawasan yang kami berikan bisa menambahkan
pengetahuan anak-anak di desa pete juga mereka selaku penerus bangsa ini bisa
terus menjunjung nilai budaya dan karakter ini. Agar karakter bangsa ini tidak
mati oleh budaya asing.5.2.Saran
Untuk terwujudnya Kerestarian
wayang di Indonesia kami menguarikan beberapa pendapat :
- Pentingnya untuk binus turun serta terhadap kegiatan memperkenalkan budaya karena berdasarkan pengalaman kami pada kegiatan kemarin banyak anak-anak yang tidak mengerti apa itu wayang ,mereka cenderung mengerti trend sekarang dan sinetron televisi.
- Perlunya Tempat-Tempat Kebudayaan di lingkungan masyarakat agar masyarkat bisa belajar budaya secara langsung .
5.3. Refleksi Diri
Berdasarkan
Kegiatan yang kami lakukan,kami belajar bahwa sebenearnya anak-anak usia dini
itu sangat senang belajar hal-hal baru termaksud dalam hal pembuatan wayang
untuk kedepanya kami menyadari perlunya peduli terhadap budaya negeri ini
Moh.
Zulfi Alviansyah
Dari dulu
menurut saya anak kecil itu berisik, kolokan, egois, ga bias diatur dan
semacemnya. Setelah saya mengikuti kegiatan character building ini mind set
saya tentang anak kecil itu bergeser ke arah yg lebih baik bahkan menurut saya
sekarang anak kecil itu hampir sama menyenagkan dengan remaja dan orang dewasa
saat bermain.
Fernando
Dulu saya kurang begitu perduli dengan
budaya negeri ini tapi ketika saya mengikuti kegiatan ini , saya harus
hilangkan sikap acu saya terhadap budaya karena melalui pengalaman yang saya
dapatkan di sana anak-anak tidak tahu apa itu wayang dan belum pernah menonton
petunjukan wayang , ironisnya mereka hanya tau tentang hal-hal yang hits di
jaman sekarang , maka itu saya harus turun dan ikut serta agar budaya di negeri
ini tidak hilang
Junaedi Fernandes
Dulu saya
mengganggap anak kecil itu bandel setelah kegiatan ini saya tau bahwa untuk
berinteraksi dengan anak kecil harus sabar dan butuh keikhlasan pada diri
sendiri
Alvin
Cahyadi
Disini saya
belajar kerjasama dengan teman dan belajar bagaimana untuk mengajar dan berbagi
pengalaman hidup ini untuk penerus negeri ini ,sempat di benak saya mengurus
anak kecil sulit tapi setelah kegiatan berakhir malah terasa serunya dan
pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan ,Mengurus anak kecil memang
sulit tapi lebih sulit lagi mengurus negeri ini jika budaya di lupakan oleh
orang-orang
Jeremy
Hugo
yang saya
rasakan setelah melakukan tugas character building kewarganegaraan di jagaraksa
saya bisa merasakan bawha kita masih perlu melestarikan budaya asli Indonesia
karna pas saya mengajar anak kecil di sekitar jagaraksa mereka bahkan ada yang
belum sama sekali megetahui apa itu wayang dan saya bersyukur karna saya di
beri kesempatan untuk bisa menyebarluaskan budaya asli Indonesia kepada
generasi yang akan datang dan saya harap mereka menyukainya agar bisa
menyebarluaskan budaya Indonesia kepada generasi yang akan datang
Fandy Shobryanto
Setelah mengajar
anak-anak membuat wayang dari kardus,saya merasakan dan mengetahui bagaimana
caranya menuntun secara perlahan-lahan kepada mereka untuk kreatif dalam
membuat wayang tersebut,tidak hanya wayang melainkan kerajinan yang lainnya
seperti batik. Dan mereka akan memberitahu kepada temannya atau lingkungan
sekitarnya bagaimana pentingnya budaya indonesia untuk dilestarikan agar tidak
hilang untuk selamanya.
Jason Theopilus Soegiharto
Bahwa kita sebagai generasi penerus harus bisa
menjaga dan melestarikan budaya bangsa Indonesia, lebih lagi setelah melakukan
cb banyak anak" yg masi tidak mengenal budaya sendiri
Lampiran
survey lokasi kegiatan pertama:
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
kegiatan ke-1 dan ke-dua:
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kegiatan Ke-4 dan ke-lima
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Referensi
Nugroho, Alif. Nur. (2017). Kebijakan dan Manajemen Publik Volume 5. Peran
Pemerintah Terhadap Eksistensi Wayang Timplong sebagai Kebudayaan Lokal Khas
Nganjuk, 50-62. http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-kmpe3c6443445full.pdf diakses pada 20 Maret 2018
Waluyo, Budhi. (2012). Jurnal Penyebab Kemunduran Wayang Volume 3. Jurnal analisis penyebab kemunduran wayang
orang sriwendari ,116-130. http://jurnal.stpss.ac.id/index.php/JPI/article/view/26 diakses pada 20
Maret 2018
Softcopy version:Click here

#GreaterNusantara
BalasHapus